Assalamualaikum
yang ska berolahraga....ada tips n triknya dalam berolahrga.Olahraga yang baik dan
benar yaitu olahraga yang dilakukan secara teratur dan terukur. Lakukan
olahraga sekurang-kurangnya 30 menit perhari dengan baik dan benar agar
bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Sebagai contoh:
· Turun dari bus lebih awal menuju tempat kerja yang kira-kira menghabiskan 20 menit berjalan kaki dan saat pulang berhenti di halte yang menghabiskan kira-kira 10 menit berjalan kaki menuju rumah.
·
Membersihkan rumah
selama 10 menit, dua kali dalam sehari ditambah 10 menit bersepeda.
·
Berdansa selama 30
menit. Lakukan secara bertahap hingga mencapai 30 menit. Jika belum terbiasa
dapat dimulai dengan beberapa menit setiap hari dan ditingkatkan secara
bertahap.
·
Olahraga dianjurkan
minimal 30 menit, lebih lama akan lebih baik.
·
Olahraga dapat
dilakukan dimana saja, tetapi tetap dengan memperhatikan lingkungan yang aman
dan nyaman, bebas polusi, tidak menimbulkan cidera, misalnya: di rumah,
sekolah, tempat kerja, dan tempat-tempat umum (sarana olahraga, lapangan,
taman, tempat rekreasi).
·
Pilihlah olahraga yang
digemari, aman, mudah, dan murah.
·
Dilakukan secara
bertahap dimulai dari pemanasan 5-10 menit, diikuti dengan latihan inti minimal
20 menit dan diakhiri dengan pendinginan selama 5-10 menit.
1. Waktu Latihan Olahraga
Latihan olahraga hendaknya dilakukan pada udara terbuka dan bebas polusi, atau bila tidak, lakukanlah di ruang tertutup yang temperatur ruangannya dapat diatur.
Lakukanlah setiap sore hari minimal 30 menit. Menurut penyelidikan di Framingham USA, di Inggris, Belgia, National University of Singapore dan di Jepang bahwa serangan jantung frekuensinya banyak terjadi antara pukul 06.00–12.00 siang.
Beberapa faktor yag menjadi penyebab di antaranya adalah adanya circardian hormone adrenalin yang banyak bersirkulasi dalam tubuh pada pagi mulai pukul 04.00–09.00. Juga aktivitas fibrinolitic yaitu zat pengencer darah dari tubuh sendiri pada pagi hari aktivitasnya menurun sehingga darah relatif akan lebih kental pada pagi hari.
Menurut laporan terakhir Dr. Peter Kokkinos dari Veterans Affairs Medical Center dan dimuat di majalah kedokteran Circulation, Januari 22 2008, pada 15.660 orang pria veteran yang menderita atau tidak menderita penyakit cardiovaskuler, setelah melakukan tes treadmill, diperoleh hasil bahwa latihan fitness dapat mengurangi angka risiko kematian (mortalitas) sampai 70%.
Perlindungan terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, kegemukan, hipertensi, penurunan memori, kanker kolon, patah tulang, dan depresi pada pria dapat dilakukan dengan berolahraga.
2. Persiapan Sebelum Olahraga
Pilih kegiatan olahraga yang nyaman. Apakah yoga, berlari, bersepeda, atau olahraga lain, melakukan sesuatu yang disenangi akan membantu kita tetap mengikuti program. Jangan membiarkannya menjadi suatu kebiasaan. Mengganti kegiatan bila dibutuhkan untuk tetap bermotivasi.
· Sebaiknya sebelum melakukan olahraga dilakukan pemeriksaan pendahuluan untuk menentukan dosis yang aman dan jenis olahraga yang cocok dengan tes pembebanan terutama bila terdapat keluhan seperti sering pusing, sesak nafas, nyeri dada. Berpenyakit seperti jantung koroner, asma, kencing manis, hipertensi, dll. Berusia diatas 30 tahun.
·
Sebaiknya gunakan
pakaian dan sepatu olahraga yang sesuai dan nyaman.
·
Jangan lakukan
olahraga setelah makan kenyang, sebaiknya tunggu hingga kurang lebih 2 jam.
·
Minum minuman yang
sejuk dan sedikit manis (manis jambu).
·
Olahraga dapat dimulai
sejak usia muda hingga usia lanjut.
·
Dapat dilakukan dimana
saja, dengan memperhatikan lingkungan yang aman dan nyaman, bebas polusi, tidak
menimbulkan cedera. Misalnya: di halaman rumah, tempat kerja, dan lapangan.
·
Frekuensi latihan
dilakukan secara teratur 3-5 kali per minggu.
3. Pada Saat Melakukan Olahraga
·
Perlu diingat, jangan
berolahraga sampai lelah dan kembalilah ke aktifitas secara bertahap. Biasanya,
mulai dengan senam aerobik low-impact beberapa kali seminggu. Olahraga aerobik
jenis high-impact seperti tennis misalnya, sebaiknya dilakukan secara bertahap.
·
Apabila sulit
berolahraga di luar rumah, pertimbangkanlah senam melalui video-video yang
banyak dijual.
·
Intensitas latihan,
untuk meningkatkan daya tahan tubuh harus mencapai 70-85% denyut nadi maksimal
(DNM). DNM adalah denyut nadi maksimal yang dihitung berdasarkan:
DNM = 220 – Umur
Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan yaitu 60 - 70 % DNM.
Sebagai contoh: Seseorang dengan usia 40 tahun akan mempunyai DNM = 220 – 40 = 180. Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai: 60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.
Untuk membakar lemak dengan intensitas yang lebih ringan yaitu 60 - 70 % DNM.
Sebagai contoh: Seseorang dengan usia 40 tahun akan mempunyai DNM = 220 – 40 = 180. Untuk membakar lemak orang tersebut harus berolahraga dengan denyut nadi mencapai: 60% x 180 = 108 s/d 70% x 180 = 126.
·
Waktu. Mulai
semampunya, ditambah secara perlahan-lahan. Untuk meningkatkan daya tahan
tubuh (endurance) perlu waktu antara 1/2-1 jam, untuk membakar lemak
perlu waktu lebih lama (lebih dari satu jam).
4. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Berolahraga
·
Minumlah secukupnya
bila banyak berkeringat dan jangan langsung mandi. Minum cairan secukupnya
sangat penting saat kita berolahraga. Air tambahan dapat membantu mengganti
cairan yang hilang. Ingatlah bahwa meminum teh, kopi, kola, coklat atau alkohol
justru dapat menghilangkan cairan tubuh.
·
Gantilah pakaian
olahraga yang digunakan bila terlalu basah.
5. Hal-hal yang Tidak Dianjurkan dalam Berolahraga
·
Bila sedang demam atau
sakit.
·
Untuk olahraga jalan
bila terdapat varises pada kaki dan nyeri pada sendi terutama pada lutut.
·
Penyakit-penyakit:
·
Tekanan darah tinggi
tidak terkontrol.
·
Kencing manis tidak
terkontrol.
·
Kelainan katup
jantung.
·
Kita dapat menjadi
dehidrasi (hilang terlalu banyak cairan) bila kita tidak minum cukup untuk
menahan tingkat cairan tubuh.
·
Kita dapat hilang
massa tubuh tidak berlemak (lean body mass) bila kita terlalu banyak olahraga.
Kasus parah dapat mengarah pada wasting.
·
Kita dapat melukai
diri bila kita memakai bentuk olahraga yang salah.
Mengingkat program olahraga menjadi jadwal sedikitnya 20 menit paling tidak tiga kali seminggu. Jadwal ini dapat mengarahkan pada perbaikan yang bermakna dalam kesehatan jasmani dan kita kemungkinan akan merasa lebih baik.
6. Alasan Enggan Berolahraga
Bila Anda tidak terbiasa berolahraga, memulainya mungkin menjadi sesuatu yang berat. Namun, begitu Anda tidak lagi mencari-cari alasan untuk menunda berolahraga, Anda pasti akan merasakan manfaat olahraga.
Berikut, 7 alasan orang menghindari olahraga dan tips mengatasinya:
1.
Terlalu tua. Bukan
alasan, toh Anda bisa mencari tempat atau klub kebugaran yang membuka kelas
sesuai usia Anda.
3.
Terlalu lemah. Justru
aktivitas fisik yang teratur akan memberikan Anda tambahan kekuatan dan energi.
4.
Terlalu lelah.
Kegiatan fisik yang teratur sebenarnya akan memberikan Anda tambahan tenaga.
Dengan melatih otot, jantung, paru-paru dan pembuluh darah, maka Anda akan
mendapat tambahan tenaga untuk mengatasi stres dan beban pekerjaan yang Anda
hadapi sehari-hari.
5.
Sering sakit. Anda
tidak disarankan berolahraga bila kondisi tubuh tidak sehat. Namun, begitu Anda
merasa sehat, mulailah berolahraga karena akan membantu Anda mempertahankan
kondisi tubuh. Mulailah perlahan-lahan dan lakukan secara konsisten.
7. Tidak bersemangat. Olahraga terbukti mampu meningkatkan dan mempertahankan suasana hati. Nah, bila Anda berhasil menyingkirkan penghalang yang menghambat Anda untuk memulai olahraga, Anda pun akan merasa lebih optimis dan bahagia. Cara terbaik untuk mengembalikan tubuh ke bentuk semula tentunya dengan berolahraga. Bukan saja membantu mengembalikan kelenturan otot dan menghilangkan timbunan lemak, tetapi juga sangat baik untuk mengatasi stres. Berkonsultasilah dengan dokter kapan sebaiknya mulai berolahraga.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar